Sunday, 18 September 2016

Mendekat Ke DekatHati Dot Com

Mendekat ke DekatHati dot com

DekatHati dot com, nama yang membuat saya penasaran. Nama dan alamat blog yang menurut saya manis banget. Rasanya ada kehangatan di dalamnya. Dan ternyata memang blog Dekat Hati ini banyak mengisahkan soal yang dekat dengan kehangatan: keluarga. Dekat dong dengan keseharian saya juga.

Adalah Susan Indriany, ibu dua anak, yang memiliki blog ini. Kalau melihat gaya bertutur Mbak Susan, menurut penerawangan jarak jauh saya, mamanya Abby dan Nolan ini orang yang kalem dan keibuan.

dekat-hati

Untuk lebih mendekat ke DekatHati dot com, saya menginterview sang pemilik via pesan di facebook.

Friday, 16 September 2016

Kangen Putu Bambu

Maghrib baru saja berlalu. Setelah makan malam rasanya kok masih kepingin makan sesuatu. Apa ya, yang enak, lembut di mulut, nyaman di perut, tidak terlalu mengenyangkan, tapi bukan roti? Hmm...apa ya?

Saya bawa anak-anak ke kantor ayah mereka. Pas mereka sudah di kantor, yang selepas jam 5 sore sudah sepi, saya keluar sebentar cari cemilan. Di seputar pasar sih buanyak jajanan dijual, ada roti bakar, pentol, pisang molen, pisang crispy, susu segar, burger dan hotdog, cakwe dan ada juga makanan berat seperti nasi dan bakmi goreng atau sate. Tapi kali itu bukan jajanan model itu yang saya inginkan. Kangen yang tradisional. Kangen putu bambu.

Sunday, 11 September 2016

Pelatihan Singkat Merawat Jenazah

merawat-jenazah

Perhatian: tulisan ini berisi cara merawat jenazah perempuan.

Merawat jenazah? Hiii...pikirannya udah ke mana-mana, ya! Saya juga! Konon katanya kalau merawat jenazah itu malah nggak merasa takut. Betul? Iya, gitu kok, kata yang sudah pernah lho. Saya sih belum pernah. Palingan juga megangin kain penutup pas memandikan jenazah doang. Hehe...

Eh padahal merawat jenazah itu termasuk fardlu kifayah lho. Artinya wajib dilaksanakan oleh sebagian orang. Nah, untuk itu perlu banget setiap individu muslim untuk mempelajarinya. Lho, kan fardlu kifayah, ngapain ikut belajar? Toh sudah ada orang lain yang bisa. Iya kalo pas orang lain itu ada, mampu, sempat. Lha kalo pas nggak ada? Apa iya jenazahnya disuruh mandi trus pakai kafan sendiri? Hehe...

OKI, oleh karena itu, hari Jumat kemarin (26/8), kelompok taklim ibu-ibu di tempat saya menggelar pelatihan singkat merawat jenazah. Pesertanya 10 orang saja. Dibimbing oleh Ibu Ni'mah, seorang aktivis dakwah yang juga bertanggung jawab dalam soal perawatan jenazah di tempat tinggal beliau, Desa Jatisari, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun.

Wednesday, 7 September 2016

Quality Time Saat Bepergian

quality-time

Sebagai ibu, saya tahu persis bagaimana keadaan suasana hati anak saya. Kedua anak saya yang hanya berselisih usia 14 bulan memiliki karakter yang berbeda. Tidak terlalu jauh sih, karena dalam beberapa hal mereka terlihat sama, tapi tetap saja mereka memiliki keistimewaan sendiri-sendiri. Damar, anak saya yang pertama, terlihat sangat kinestetik dan sangat visual. Sedangkan Darojat, anak saya yang kedua, cenderung kinestetik auditori. Untuk menyelami kedua karakter ini, saya perlu meluangkan quality time bersama mereka.

Kebetulan kedua anak saya ini bersekolah di SD yang sama. Damar kelas 2, adiknya kelas 1. Biasanya ketika mereka pulang sekolah, mereka akan bermain dulu sebelum sampai di rumah. Jadwal pulang sekolah adalah pukul 13.45. Sampai di rumah kira-kira pukul 14.00.

Sebenarnya jarak antara rumah dengan sekolah sangat dekat. Kalau berjalan kaki kira-kira hanya 3 menit saja. Sangat dekat sekali. Lalu, mereka ngapain aja selama 15 menit setelah bel pulang? Biasanya anak-anak saya tidak langsung pulang. Mereka bermain dulu di sekolah sebentar. Kadang-kadang mereka beli jajanan di kantin atau di toko milik sekolah, lalu ngobrol dulu dengan teman-temannya yang menunggu jemputan. Ya, risiko rumah terlalu dekat dengan sekolah. Hahaha...

Monday, 29 August 2016

Menua Dengan Senang Dan Tenang

menjadi-tua

Beberapa waktu yang lalu saya menonton sebuah acara televisi di BBC Earth berjudul 'How to Stay Young', bagaimana tetap menjadi muda. Acara yang cukup menarik judulnya buat saya. Iya sih, siapa yang tak ingin muda terus kan... Hehe... Bukan itu saja, tapi karena saya merasa sudah tidak begitu muda lagi. Tahun depan Insya Alloh usia saya akan menginjak 40 tahun. Sebuah fase yang penting dan mendebarkan.

Ada perasaan bertanya-tanya, nanti gimana ya kalau sudah 40+? Wajah kayak apa, badan kayak apa? Bisa nggak, ya, saya menua dengan senang dan tenang? Masihkah ada orang yang manggil saya 'Mbak' bukannya 'Bu'? Hehe...sensitif amat, ya? Tapi begitulah perasaan saya sambil mengkhawatirkan jumlah uban dan keriput yang nongol di sana-sini.

Padahal sebetulnya tak perlu sesensitif itu ya. Dulu, satu dekade yang lalu, saya juga mengalami ketakutan memasuki usia 30 tahun. Takut ini, takut itu.

Friday, 26 August 2016

Tidak Bekerja Atau Lain-lain?

ibu-rumah-tangga

"Bermacam-macam". Begitu jawaban yang ditulis anak kedua saya ketika ia masih di TK atas pertanyaan "Apa Pekerjaan Ibu?" Saya sampai tertawa melihatnya. Kok bisa, ya, dijawab bermacam-macam. Mungkin karena dia melihat bahwa ketika saya di rumah saya mengerjakan bermacam-macam pekerjaan. Dari memasak, mencuci baju, mencuci piring, menyapu mengepel, belanja, memandikan anak-anak dan macam-macam lagi.

Sedangkan anak saya yang pertama, ketika dia menjawab soal ulangan dengan pertanyaan "Apa Peran Ibu di rumah?", dia menjawab "mencuci baju". Saya juga langsung tertawa ketika melihat jawaban hasil ulangan anak saya itu. Kok bisa, ya, dia menjawab mencuci baju? Apa karena dia terlalu sering lihat saya mencuci baju atau saya memang terlalu sering mencuci baju? Yang jelas itu merupakan jawaban yang jujur dari seorang anak dan saya sangat bersyukur anak saya bisa mengerti bahwa meski di rumah, saya bekerja.

Baca juga: Ibu Benar-Benar Keren

Akan tetapi ketika anak saya itu naik ke kelas dua SD, saya menemukan dia menjawab pertanyaan tentang pekerjaan orang tuanya dengan cara berbeda. Di kolom pekerjaan ayah dia menjawab 'swasta'. Di kolom pekerjaan ibu dia tidak menjawab, tetapi memberikan tanda strip (-) pada jawaban pekerjaan ibu.

Wednesday, 24 August 2016

Belajar Sehat Dari Blog widyantiyuliandari[dot]com

Nama Widyanti Yuliandari memang sudah ngetop di mana-mana. Siapa sih yang tak kenal dengan ibu cantik yang satu ini? Beliau adalah aktivis food combining sekaligus pemilik blog widyantiyuliandari[dot]com.

Pertama saya dengar food combining ini seorang teman blogger yang buat status di facebook tentang makan karbohidrat tanpa protein hewani. Saya jadi kepo, apa sih itu?

Ternyata Mbak Widyanti sudah menelurkan buku tentang food combining.

Saya ingat waktu itu Mbak Widyanti menggelar hajatan giveaway pas peluncurannya. Tapi saya tidak bisa ikut ambil bagian. Masih ga tahu harus nulis apa soal food combining atau yang terkait, hehe...